effebird
macam-macam ade........
Total Pageviews
Tuesday, December 7, 2010
ungkapan banjar
DIPETIK DARI BUKU: UNGKAPAN TRADISIONAL DAERAH KALIMANTAN SELATAN.
Anaknya itik, umanya angsa
Maknanya: Anak yang pandai berasal dari orang tua yang pandai juga.
Ungkapan ini diucapkan sebagai kata-kata pujian terhadap orang tua yang berhasil dalam mendidik anak.
Wednesday, December 1, 2010

bAnDar wARisaN

Sunday, June 6, 2010
MUTIARA KATA
Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadiorang yang berani -Khalifah Ali bin Abi Talib
Tuesday, June 1, 2010
MENCARI KEBERKATAN REZEKI
Islam menuntut umatnya supaya bekerja dan berusaha untuk bebas daripada belenggu kemiskinan. Peringatan itu maha penting kerana kemiskinan sebenarnya boleh menggelincirkan iman seseorang.Ini kerana bagi seseorang yang lemah imannya akan sanggup menggadaikan akidahnya dengan melakukan pekerjaan yang terlarang serta menuturkan kata-kata yang menolak kebeswaran Allah seperti menafikan keadilan Allah dan sebagainya.
Manusia digalakkan mencari kerja yang halal, yang sekaligus akan menjadi ibadat selagi dilakukan dengan niat yang baik dan tidak melanggar hukum-Nya. Rezeki yang berkat adalah rezeki yang dicari dengan titik peluh sendiri, bukan dengan cara menunggu pemberian orang lain seperti meminta sedekah, derma dan sebagainya. Apatah lagi jika tubuh badan masih kuat dan sihat, perbuatan meminta-minta sebegitu amat dilarang keras oileh Islam kerana ia merupakan perbuatan yang memalukan dan menghina Islam itu sendiri.Malah Rasulullah SAW sendiri memberikan peringatan mengenai perbuatan ini melalui sabdanya, “Seseorang yang terbiasa dengan meminta-minta, dia akan datang pada hari kiamat tanpa secebis daging pun di wajahnya.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)Mensyukuri rezeki menambahkan berkatRasulullah SAW bersabda yang maksudnya, “Makanan untuk seorang mencukupi untuk dua orang dan makanan untuk dua orang mencukupi untuk empat orang dan makanan untuk empat orang mencukupi untuk lapan orang.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)Setiap Muslim hendaklah mempunyai sifat qanaah iaitu redha dan menerima apa yang ada tanpa banyak menuntut perkara yang bukan keperluannya. Lawan bagi sifat qanaah ialah tamak yang menjadikan seseorang itu sentiasa cemburu dan dengki dengan rezeki yang diperolehi oleh orang lain. Salah satu cara untuk menanamkan sifat qanaah kepada diri dan keluarga ialah dengan sentiasa mengucapkan ‘alhamdulillah’ di atas setiap perbuatan atau perkara baik yang diterima.Rasulullah SAW pernah bersabda yang maksudnya, “Tiada seorangpun yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan-Nya dan dia memperolehi salah satu daripada tiga keadaan, iaitu dipercepatkan penerimaan doanya di dunia, disimpan (ditunda) untuknya sampai di akhirat atau diganti dengan mencegahnya daripada musibah (bencana) yang serupa.” (Hadis riwayat at-Tabrani)Rezeki adalah ketentuan Allah SWT. Untuk menambah keberkatannya hendaklah membiasakan diri dengan sifat pemurah dan tidak bakhil untuk bersedekah kepada orang lain kerana hal ini akan memberikan ketenangan kepada diri malah akan lebih disayangi oleh masyarakat kerana sesungguhnya, harta yang kita miliki terdapat hak-hak orang lain di dalamnya yang wajib kita tunaikan. Kekayaan yang sejati adalah kekayaan iman yang tercermin dari kesederhanaan hidupnya dan kesederhanaan itu tercermin dari sifatnya yang qanaah.Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahawasanya Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud : Allah telah berfirman, “telah berfirman Allah kepada malaikat pembahagi (pengedar) rezeki kepada bani Adam: mana satu hamba-Ku yang kamu temui menujukan harapannya kepada Aku semata, maka jaminkanlah rezekinya langit dan bumi. Dan mana satu hamba-Ku yang kamu temui sedang mencari rezekinya, sesungguhnya dia sedang menuntut keadilan, maka lorongkanlah jalan-jalannya tetapi jika dia menuntut selain dari itu, maka biarkanlah antara mereka dengan apa yang mereka tuntut itu, kelak mereka tidak akan memperolehi lebih daripada apa yang telah Aku tentukan untuk mereka itu.” (Hadis riwayat Abu Naim)Bila Allah Taala cepat memakbulkan doamu, maka Dia menyayangimu, bila Dia lambat memakbulkan doamu, maka Dia ingin mengujimu, bila Dia tidak memakbulkan doamu, maka Dia merancang sesuatu yang lebih baik untukmu.Oleh itu, sentiasalah bersangka baik pada Allah dalam apa jua keadaanpun, kerana kasih sayang Allah itu mendahului Kemurkaan-Nya. ...Renung-renungkan!
NASIHAT LOKMAN HAKIM KEPADA ANAKNYA.
Luqman adalah seorang yang diberikan hikmah/kebijaksanaa n oleh Allah. Satu hikmahnya adalah untuk selalu bersyukur kepada Allah:“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman aitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". [Luqman 12]Luqman mendidik anaknya agar tidak mempersekutukan Allah. Nasehat Luqman kepada anaknya wajib ditiru oleh ummat Islam lainnya.
1. Jangan Mempersekutukan AllahDan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:"Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kelaliman yang besar". [Luqman 13]Ummat Islam tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah atau musyrik. Syirik adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah.
2. Berbuat Baik Kepada Orang Tua“Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.“ [Luqman 14]Ibu kita mengandung kita selama 9 bulan. Beliau juga sampai berdarah-darah dengan resiko kehilangan nyawa ketika melahirkan kita. Belum lagi mereka harus sabar merasakan rengekan dan tangisan kita bahkan mungkin pukulan kita ketika masih kecil. Mereka memberi kita makan, minum, pakaian, pendidikan, dan sebagainya. Sudah sepantasnya kita berbakti pada mereka.
3. Tidak Mengikuti Orang Tua dalam Kemaksiatan dan Berbuat Baik kepada Mereka“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” [Luqman 15]
4. Berbuat Baik Meski pun SedikitLukman berkata: "Hai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan membalasinya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” [Luqman 16]
5. Mengerjakan Shalat, Menyuruh Kebaikan dan Melarang Kemungkaran serta BersabarHai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” [Luqman 17]
6. Jangan Sombong“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18]
7. Rendah Hati dan Tidak Berkata Kasar“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” [Luqman 19]Itulah nasihat Luqman kepada anaknya yang diabadikan oleh Allah dalam Al Qur’an. Semoga kita semua bisa mengamalkannya dan mengajarkannya kepada anak kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)